Senin, 28 Maret 2011

Nobar GRI: Mystery of Batavia

Sabtu kemarin menyempatkan diri ikut nonton bareng yang diadakan GRI bekerja sama dengan Museum Sejarah Jakarta dan British Council. Nobarnya ada dua film. Pertama, film Coraline, diputar jam 15.00 WIB di ruang rapat UPT museum. Dilanjutkan film Mystery of Batavia pada pukul 19.00 WIB di foyer ruang etnografi museum. Untuk Coraline saya sudah pernah nonton sebelumnya. Yang bikin penasaran itu film yang kedua, yang katanya termasuk film multibentuk. Kenapa begitu? Ya, karena film itu menggabungkan beberapa unsur sekaligus, mulai dari video mapping projection, interactive animated performance, komik digital, game online, dan permainan interaktif macam treasure hunt gitu.


Film itu sendiri merupakan hasil kerja para kolaborator antarbangsa, lintas-profesi, dan multi-generasi, yang terdiri dari seniman Inggris-Indonesia, sejarawan, penulis, artis, animator, desainer game, dan aktor teater, yang dikerjakan sekitar setahun penuh. Semuanya berawal dari penemuan mural yang memotret penduduk multietnik Batavia di zaman pemerintahan Belanda karya Harijadi Sumodidjojo yang berjudul "Situasi Batavia pada kurun 1880-1920" pada tahun 2010 oleh sekelompok seniman Inggris dan Indonesia.



Lukisan tersebut tidak sempat diselesaikan karena keadaan dinding yang makin lembap dan cat tidak bisa menempel. Lukisan itu memperlihatkan situasi dan kondisi sosial politik di Batavia pada kurun waktu tersebut, lengkap dengan detail-detail pakaian, perhiasan, aneka penganan dan lain sebagainya.

Film Mystery of Batavia ini menceritakan tentang cerita petualangan detektif abad ke-19 yang melibatkan mitos pedang Pangeran Jayakarta yang hilang. Pedang itu dipercaya membawa tuah tak terhingga kepada siapa saja yang menguasainya atau justru menjadi penjaga kota dari segala marabahaya. Empat orang tokoh bertemu dalam pusaran seteru. Sang Elang (Victoria, istri Ruud van Brekelen), Naga (Ong Sek Hok, bek China yang mendendam akibat pembantaian kaumnya pada 1740), Singa (Mustafa bin Khalid, seorang perompak keturunan Arab), dan Hiu (Thomas Xavier Makatita, seorang anggota marsose). Mereka mempunyai misi serupa: segera menemukan jimat pedang Pangeran sebelum Batavia jadi neraka selamanya. 

Yang lebih seru lagi, penonton juga diajak terlibat dalam pertunjukan sebagai tamu-tamu yang menghadiri pesta yang diadakan Meneer Ruud, membaur dengan para pemain teater dari Teater Koma. Pada akhir pertunjukan, penonton juga berkesempatan mengikuti permainan The Magic Torch Game. Menggunakan senter khusus, secara bergantian, penonton diminta mencari pedang yang hilang itu dengan menyorot layar menggunakan senter tersebut. 

FYI, lukisan karya Harijadi Sumodidjojo itu dibuat "hidup" oleh seniman asal Inggris, Ian Livingstone, yang memproduseri game laris Lara Croft: Tomb Raider, serta novelis grafis Ed Hilyer, yang karyanya diterbitkan Marvel, DC Comics, dan Dark Horse.

Film Mystery of Batavia:  The Interactive Epic Adventure ini dapat disaksikan  mulai 12 Maret sampai 15 Mei 2011, setiap Sabtu jam 16.00-20.00 dan Minggu jam 10.00-14.00 di Museum Sejarah Jakarta. Setiap harinya, bakal ada 7 kali pertunjukan. 

Info buat tiket gratisnya:
Bisa datang dan antre untuk tiket gratis di Museum Sejarah Jakarta: Sabtu dari jam 15:30 WIB (pertunjukan ulang setiap 30 menit dari jam 16:00 sampai jam 20:00) dan Minggu dari jam 9:30 WIB (pertunjukan ulang setiap 30 menit dari jam 10:00 sampai jam 14:00)

Kalau nggak mau ngantre:

1.      Pesan via Mbak Dessy Sekar dari Forum Indonesia Membaca di Museum Bank Mandiri: daisy.jazzy@gmail.com (khusus anggota komunitas dan warga Kotatua)
2.      Pesan sama mas Bob, ticketing officer, via email: ibob26@yahoo.com
3.      Nyelesaiin game di portal MoB sampai kelar. Kalau kamu bisa nyelesaiin, maka akan dikirimi email dari MoB dengan unique number dan tanggal dan jam kapan kamu bisa nonton.
4.      Ikut kuis portal komunitas kaskus, urbanesia, greenradio, prambors, fashionesedaily/mommiesdaily, forumblogdetik, wartakota mulai tanggal 28 Februari 2011
5.      Beli suvenir JakartaPunya! di booth KADIN Jakarta di Museum Jakarta mulai tanggal 12 Maret, pukul 18:30


Pintu masuk dan pengambilan tiket untuk pertunjukan mulai hari Minggu, 13 Maret, melalui pintu kantor UPT Kotatua, di sayap kiri Museum Sejarah Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

share it